Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) setidaknya sudah tiga kali membahas di depan publik soal rencana pemindahan ibu kota.
Lantaran rencana Jokowi dianggap kurang matang, Fadli Zon pun mengasihani presiden yang seolah berpikir sendiri dan seakan seperti sekadar mendapat wangsit.
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam program unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (20/8/2019).
Awalnya, Fadli Zon menyebut rencana pemindahan ibu kota yang dicanangkan Jokowi kurang matang dan lebih pantas disebut wacana mentah.
Fadli Zon juga mempertanyakan apakah rencana presiden untuk memindahkan ibu kota dalam waktu dekat kurang sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.
Menurutnya, kebutuhan sehari-hari masyarakat pun masih menjadi permasalahan tersendiri, sehingga rencana yang dicanangkan Jokowi dianggap masih belum bisa disesuaikan dengan kondisi tersebut.
"Dan apakah kita memang mempunyai satu pemikiran yang sudah cukup mendalam di saat ekonomi kita seperti sekarang?"
"Ketika persoalan pangan, persoalan energi, persoalan air juga masih merupakan persoalan-persoalan dasar yang dihadapi masyarakat kita," ujar Fadli Zon.
Fadli Zon pun melihat narasi yang digembar-gemborkan Jokowi kepada publik tentang pemindahan ibu kota masih belum cukup menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.
"Jadi, saya melihat masih miskin narasi yang menyertai ide pemindahan ibu kota ini," ucap Fadli Zon.
Dengan nada bercanda, Fadli Zon pun sampai curiga Jokowi mendapat gagasan memindahkan ibu kota hanya dari wangsit.
"Saya kira mungkin orang-orang di sekitar presiden ini brain trust-nya ya, orang-orang yang berada di sekitarnya itu harus memikirkan."
"Kasihan presiden jangan disuruh mikir sendiri, jangan-jangan ini dapat wangsit dari mana kemudian tiba-tiba muncul gagasan ini," ujar Fadli Zon.
Sumber : tribunnews.com
Lantaran rencana Jokowi dianggap kurang matang, Fadli Zon pun mengasihani presiden yang seolah berpikir sendiri dan seakan seperti sekadar mendapat wangsit.
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam program unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (20/8/2019).
Awalnya, Fadli Zon menyebut rencana pemindahan ibu kota yang dicanangkan Jokowi kurang matang dan lebih pantas disebut wacana mentah.
Fadli Zon juga mempertanyakan apakah rencana presiden untuk memindahkan ibu kota dalam waktu dekat kurang sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.
Menurutnya, kebutuhan sehari-hari masyarakat pun masih menjadi permasalahan tersendiri, sehingga rencana yang dicanangkan Jokowi dianggap masih belum bisa disesuaikan dengan kondisi tersebut.
"Dan apakah kita memang mempunyai satu pemikiran yang sudah cukup mendalam di saat ekonomi kita seperti sekarang?"
"Ketika persoalan pangan, persoalan energi, persoalan air juga masih merupakan persoalan-persoalan dasar yang dihadapi masyarakat kita," ujar Fadli Zon.
Fadli Zon pun melihat narasi yang digembar-gemborkan Jokowi kepada publik tentang pemindahan ibu kota masih belum cukup menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.
"Jadi, saya melihat masih miskin narasi yang menyertai ide pemindahan ibu kota ini," ucap Fadli Zon.
Dengan nada bercanda, Fadli Zon pun sampai curiga Jokowi mendapat gagasan memindahkan ibu kota hanya dari wangsit.
"Saya kira mungkin orang-orang di sekitar presiden ini brain trust-nya ya, orang-orang yang berada di sekitarnya itu harus memikirkan."
"Kasihan presiden jangan disuruh mikir sendiri, jangan-jangan ini dapat wangsit dari mana kemudian tiba-tiba muncul gagasan ini," ujar Fadli Zon.
Sumber : tribunnews.com