UAS menjelaskan bahwa ceramah yang mengundang polemik itu dilakukan
di Masjid An-Nur Pekanbaru sekitar tiga tahun lalu. Ia menjelaskan
subtansi ceramah tersebut hanya untuk menjawab pertanyaan dari jamaah
tentang patung dan kedudukan Nabi Isa AS.
"Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion. Bukan di lapangan sepak bola, bukan di TV. Tapi untuk internal umat Islam menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan nabi Isa AS untuk orang Islam," kata dia.
Selain itu, UAS mengatakan selama ini dirinya kerap berdakwah dengan metode tanya-jawab agar memberi ruang bagi para jamaah untuk bertanya.
UAS mengaku heran mengapa ceramahnya tersebut baru dipersoalkan oleh banyak orang saat ini. Ia menegaskan tak merasa bersalah karena ceramah tersebut tak memiliki tendensi untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
"Kenapa diviralkan sekarang, kenapa dituntut sekarang? Saya hanya serahkan ke allah. Sebagai warga negara yang baik, saya tidak akan lari, saya tak akan mengadu, saya tak akan takut, karena saya tak merasa salah dan saya tak ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa," kata UAS.
Sumber : cnnindonesia.com
"Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion. Bukan di lapangan sepak bola, bukan di TV. Tapi untuk internal umat Islam menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan nabi Isa AS untuk orang Islam," kata dia.
Selain itu, UAS mengatakan selama ini dirinya kerap berdakwah dengan metode tanya-jawab agar memberi ruang bagi para jamaah untuk bertanya.
UAS mengaku heran mengapa ceramahnya tersebut baru dipersoalkan oleh banyak orang saat ini. Ia menegaskan tak merasa bersalah karena ceramah tersebut tak memiliki tendensi untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
"Kenapa diviralkan sekarang, kenapa dituntut sekarang? Saya hanya serahkan ke allah. Sebagai warga negara yang baik, saya tidak akan lari, saya tak akan mengadu, saya tak akan takut, karena saya tak merasa salah dan saya tak ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa," kata UAS.
Sumber : cnnindonesia.com